Ada Peran Chia di Balik Kesuksesan KPK Mengobrak-abrik “Tempat Rapat” Appi-Cicu

Infoasatu, Makassar – Terkuaknya fasilitas “surga” di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Lapas Wahid Husein menjadi tamparan besar bagi institusi hukum di negeri ini. Bagaimana mungkin, rumah pesakitan yang harapkan bisa memberi efek jera bagi pelaku korupsi di negeri ini justru menjadi tempat mewah penuh fasilitas. Bahkan bisa plesiran sesuai harga nego.

Tidak hanya itu, tempat tersebut pernah menjadi ‘Tempat Rapat” yang sangat nyaman dalam menyusun strategi politik bagi Calon Kepala Daerah yang akan bertarung di Pilkada.

Tapi, sekali lagi KPK masih memperlihatkan taringnya dalam menyingkap kasus-kasus korupsi di negeri ini.

Namun, prestasi KPK menyibak tabir ruang “pesta pora” para koruptor kelas kakap tersebut tentunya tidak lepas dari peran besar CIA.

CIA bukanlah Central Intelligence Agency, salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat. Melainkan nama panggilan seorang perempuan paru baya bernama lengkap Hamsiah Sangkala di Makassar.

Hamsiah Sangkala yang menjadi front line pasangan Calon Appi-Cicu di Pilkada Makassar adalah orang yang pertama kali memposting kondisi tahanan dan kenyamanan fasilitas di Lapas Sukamiskin.

Akun Chia (Red: baca CIA) pada laman Facebook pribadi milik Hamsiah Sangkala mengunggah di Group Facebook Pilwali Kota Makassar 2018, foto salah satu tokoh masyarakat, mantan wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang terjerat kasus korupsi PDAM Makassar, saat melakukan rapat Bersama Paslon Appi-Cicu berikut berbagai legislator kota Makassar yang menjadi pengusungnya.

Dari foto tersebutlah pertama kali terkuak, bagaimana IAS Cs disebut rapat di salah satu ruangan Lapas Sukamiskin seolah-olah adalah “Tempat Rapat” tim Appi-Cicu.

“KITA atur strategi bersama pak Ilham Arief Sirajuddin (ACO) dan anggota dewan yang terhormat di Sukamiskin,” tulis Chia di group facebook Pilwali Kota Makassar 2018, yang menjadi caption foto-foto yang diunggahnya.

Baca Juga :  Kolom Kosong “Tampar” BBT di TPS 37 Tempatnya Mencoblos

IAS memang merupakan tokoh utama dalam tim pemenangan Appi-Cicu. Tak heran jika hampir seluruh komunitas dan relawan yang tergabung dalam tim pemenangan Appi-Cicu selalu membawa nama besar IAS. Foto-foto IAS pun banyak terpampang di baliho sosialisasi Paslon Appi-Cicu.

Di Sukamiskin, dari foto yang diposting CIA ternyata IAS seperti memiliki peran penting. Terlihat IAS diduga memimpin rapat di Lapas tersebut bersama Munafri Arifuddin (Appi), A. Rachmatika Dewi (Cicu), beserta beberapa legislator seperti Farouk M Betta (ketua DPRD-Golkar) Rahman Pina (Golkar), Yunus Hj (Hanura) Susuman Halim (Demokrat), Basdir, (Demokrat), Nurman (Golkar), dan Amirul Mukminin (putra sulung IAS).

Ia juga tanpak nonton bareng program televisi, live Prime Time News dengan tema Pilkada serentak Metro TV, menghadirkan Dosen Hukum Tata Negara UI Margarito Kamis, (25/4/2018) sekitar pukul 16.30 Wib.

Dengan kata lain, mereka melakukan rapat dan nobar di luar jam besuk di sebuah ruangan yang dilengkapi dengan sajian di meja prasmanan.

Viralnya foto yang diunggah Chia akhirnya menjadi sorotan serius terhadap Kalapas Wahid Husein. Kabarnya, IAS lalu ditegur Kalapas waktu itu. Hingga akhirnya Kalapas Wahid Husein diciduk KPK.

Pasca KPK mengobrak-abrik yang diduga pernah menjadi “Tempat Rapat” Appi-Cicu tersebut, salah seorang dari loyalis IAS yang bercerita di salah satu Warkop, mengatakan, saat ini penjagaan di Lapas Sukamiskin sudah diperketat.

“Kini IAS semakin susah. Jangankan kolega atau teman-teman yang ingin membesuk, keluarga saja sekarang makin susah menemui IAS,” akunya.

Apakah ini karena Chia (CIA)? (*)

Facebook Comments