Banjir di Kabupaten Subang, Tiga Orang Meninggal Dunia

Infoasatu.com, Subang – Banjir yang merendam Kabupaten Subang mengakibatkan tiga warga di Kecamatan Pamanukan meninggal dunia.

Bupati Subang Ruhimat membenarkan kabar meninggalnya tiga warga tersebut. Namun dia membantah warga yang meninggal terlantar tanpa ada bantuan dari pemerintah.

“Betul ada yang meninggal, yang pertama karena memang sudah jompo yang kedua kondisi dalam keadaan kurang sehat dan dia ada di pengungsian baik mengalami penyakit ayan dan juga ada yang sudah manula dan mungkin waktunya sudah harus meninggal,” kata Ruhimat, Kamis (11/02/2021).

Ruhimat menegaskan jika pihaknya sudah membangun posko terpadu di setiap kecamatan yang terdampak. Posko itu terdapat tempat pengungsian, dapur umum hingga sarana pendukung untuk para pengungsi.

“Yang terdampak banjir itu ada 21 kecamatan tapi yang paling parah ada 6 kecamatan di wilayah Subang Utara. Teman-teman harus ketahui kami mendirikan posko di setiap kecamatan agar masyarakat yang menjadi korban banjir tidak kelaparan dan terlayani,” bebernya.

Korban yang meninggal dunia pertama adalah Halimah (50) warga Desa Pamanukan, meninggal tak lama setelah tiba di Masjid Al-Hadad Pamanukan, Senin (8/2/2021) yang dijadikan lokasi pengungsian. Ia meninggal karena sakit.

Kemudian Yati (45) meninggal dunia di rumahnya yang terendam di Dusun Lebaksari, Desa Pamanukan. Korban ketiga adalah Muhammad arifin (32) warga Desa Bojong, Pamanukan.

Bencana banjir di Kabupaten Subang sudah merendam sebanyak 21 kecamatan dengan 38 ribu jiwa mengungsi. Di hari ke empat ini banjir sudah relatif surut, namun enam kecamatan di wilayah Subang bagian utara masih terendam banjir.

Facebook Comments
Baca Juga :  Korban Jiwa Longsor di Sumedang Bertambah, Kini Ada 29 Orang