Banjir di Lamongan, Ribuan Hektar Lahan Tambak Warga Terendam

Infoasatu.com, Lamongan – Lahan tambak seluas 7.081 hektar milik warga Lamongan terendam banjir. Selain itu banjir juga menerjang 46 desa di 6 kecamatan dampak luapan air anak sungai dan Sungai Bengawan Solo.

Banjir dengan ketinggian 60-100 cm ini juga merusak lahan tambak sehingga ribuan ikan siap panen hanyut terbawa banjir. Agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar, sebagian petambak mencoba menyelamatkan ikannya agar tidak hanyut dengan memasang jaring.

“Ikan bandeng dan udang yang sebentar lagi akan panen hanyut terbawa arus banjir. Mungkin yang bisa diselamatkan hanya sedikit saja,” kata salah seorang petani tambak asal Desa Putat Kumpul, Kecamatan Turi, Abdul Muis, Selasa (12/1/2021).

Hilangnya sebagian ikan dan udang siap panen, membuat para petani tambak merugi hingga mencapai jutaan rupiah per hektarenya. Apa yang dialami Muis ini juga dialami petani tambak di 46 desa. Suroto, petambak lainnya mengaku hampir 80 persen warga yang tinggal di 6 kecamatan ini mata pencahariannya adalah petani tambak.

“Akibat lahan tambak terendam banjir, petani tambak dipastikan merugi,” jelas Suroto.

Banjir merendam 46 desa di 6 kecamatan Lamongan, yakni Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Glagah dan Deket.

Facebook Comments
Baca Juga :  Dua Anggota Gugus Tugas Covid-19 Papua Ditembak KKB, Satu Tewas dan 1 Kritis