BPN Prabowo-Sandi Laporkan Beberapa Lembaga Survei, Ini Kata KPU

Infoasatu.com, Makassar – Sebelumnya, pendukung Prabowo-Sandi melaporkan beberapa lembaga survei ke KPU. Lembaga survei disebut menyiarkan berita menyesatkan.

“Kami dari BPN Prabowo-Sandi, khususnya tim advokasi dan hukum, ke KPU RI dalam rangka melaporkan berapa rekan-rekan atau lembaga survei yang berapa hari ini menyiarkan berita-berita yang tidak benar, hoaks, dan bahkan menyesatkan,” ujar koordinator tim advokasi BPN Djamaludin Koedoeboen di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).

Djamal menyebut dia dan rombongan sebelumnya telah bertemu dengan pihak KPU. Djamal lantas memerinci beberapa lembaga survei itu.

“Ada kita di sini ada LSI Denny JA, kemudian Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking, dan Voxpol,” kata Djamal.

Ketua KPU, Arief Budiman memberikan keterangan terkait hal tersebut. Menurutnya, setiap lembaga survei melalui proses yang sama saat mendaftar ke KPU.

“Kalau ada pelanggaran, nanti dilaporkan ke asosiasinya,” ujarnya, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Arief mengatakan pihaknya tidak memberikan perlindungan hukum bagi lembaga survei.

“Enggak, mereka begitu mendaftar ke kita, kita cek dokumennya lengkap ya sudah kita nyatakan terdaftar,” katanya.

Berdasarkan aturan, Arief menjelaskan lembaga survei yang akan menampilkan hasil survei harus terdaftar di KPU.

“KPU itu diundang-undang disebutkan kalau mau jadi lembaga survei (quick count) harus terdaftar di KPU, makanya kemudian daftar ke KPU,” kata Arief.

“Kita cek dokumennya kan ada, bukan seleksi tapi verifikasinya. Kita cek seluruh kelengkapannya, badan hukumnya,” sambungnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Viral #INAelectionObserverSOS, Heru: Jangan-jangan Hanya Memanaskan Situasi