Danny Diperiksa Bawaslu Terkait Laporan Bela Camat dan Video Jihad ke Jokowi

Infoasatu.com, Makassar – Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang juga Wali Kota Makassar hari ini hadir memenuhi panggilan bawaslu Makassar di Jl. Anggrek, Sabtu, (1/3).

Danny menjelaskan dirinya diperiksa dua kasus. Pertama karena gugatan Tim Capres 02 terkait video camat dan kedua sekaitan video dirinya yang berisi konten “berjihad menangkan Jokowi” tercantum nama dirinya lengkap dengan jabatan sebagai wali kota.

“Saya diperiksa terkait 2 kasus, kasus pertama terkait video camat. Tim Paslon 02 menggugat saya soal kata membela camat. Kedua soal video saya, yang jihat ke Pak Jokowi. Kira-kira-kira begitu. Tertulis juga nama (pada video) Danny Pomanto wali kota Makassar. Walau pun saya tidak sebut itu barang,” jelasnya.

Danny pun memberi keterangan jika terkait video dirinya yang dipermasalahkan itu adalah video ke dua yang dibuatnya. Sebanyak 20 video sejenis yang akan diproduksi. Ada pun teks yang tertulis nama Danny Pomanto lengkap jabatan sebagai wali kota, Ia merasa sama sekali tidak memberikan tulisan itu pada videonya.

“Jadi kalau ada orang kasi nama yah urusannya orang itu, karena saya paham betul aturan. Sebagai wali kota Makassar harus netral. Tapi sebagai Danny Pomanto yah.. kan saya sebut di situ Saya Danny Pomanto. Itu sebenarnya kode bahwa saya secara pribadi,” tuturnya.

Sementara terkait pembelaannya di video camat, Danny mengatakan jika memang camat dalam hal tersebut tidak dalam kondisi bersalah. Video itu diambil saat momen pencegahan narkoba.

Video adalah motivasi para camat untuk pemberantasan narkoba, tetapi telah di potong-potong dan diedit sehingga seperti video dukungan untuk capres Jokowi-Ma’ruf.

“Saya bela camat karena camat itu tidak dalam kondisi salah. Apa yang mau dia gugat? Apa yang dia sebut? Dia sebut nomor? Dia sebut orang? Tidak kan? Dia cuma sebut saya camat, harga mati. Itukan masuk persoalan narkoba waktu itu. Pembelaan saya adalah Karena dia bawahan saya. Apalagi setelah mereka cerita itu masalah narkoba,” pungkas Danny.

Baca Juga :  Tampil Memukau, 100 Penyanyi Gereja Ikut Meriahkan Musyawarah Rakyat Makassar

“Saya faham hukum, mengerti hukum, dan taat hukum. Itu adalah motivasi saat pemberantasan narkoba. Ternyata disitu “saya camat ini kita lawan narkoba. Dipotong “lawan narkoba”. Terus “kecamatan ini bebas narkoba harga mati”, di putus di situ,” urainya. (*)

Facebook Comments