Perumda Air Minum

Hujan di Hulu Sungai Jeneberang, Aliran Air PDAM Makassar di 6 Kecamatan Segera Normal Lagi

Infoasatu.com,Makassar-Kabar baik untuk masyarakat Kota Makassar yang bermukim di 6 kecamatan, aliran air PDAM segera normal kembali.

Diketahui Kota Makassar masih dilanda kekeringan akibat kemarau ekstrem.

Kemarau panjang ini menyebabkan tiga instalasi air (IPA) milik Perumda Air Minum atau PDAM Makassar berhenti berproduksi.

Ketiganya antara lain IPA 2 Panaikang, dan 3 Antang yang sember airnya dari bendung Leko Pancing Maros, serta IPA 4 Maccini Sombala yang sumber airnya dari Bendungan Bili-bili.  

Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar mengatakan, instalasi pengelolaan air itu berhenti berproduksi karena keringnya air sungai di Leko Pancing.

Serta tingginya kadar klorida pada air baku yang bersumber dari Sungai Jeneberang

Tingginya kadar klorida di IPA 4 terjadi sejak sepekan lalu.

“Bendungan karet yang menahan inklusi air laut, ketinggian air laut sudah di atas itu sehingga kloridanya tinggi di angka 600 sehingga kita tidak bisa memproduksi air baku yang ada di Maccini sombala,” ucap Beni Iskandar, Senin (23/10/2023).

Kata Beni, melihat perkembangan cuaca di hari terakhir ini, hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah, termasuk Gowa, Makassar dan Maros.

Beni berharap, turunnya hujan bisa segera mempercepat produksi air baku di tiga IPA tersebut, khususnya di IPA 4 Maccini Sombala.

“Karena dua hari ini ada hujan di hulu di Sungai Jeneberang, kami harap hari ini  ada bukaan pintu  yang mendorong ke Sungai Jeneberang hingga inklusi air laut bisa kembali, kalau turun ke 500 hari ini kami akan produksi,” harapnya.

IPA 4 Maccini Sombala sendiri mengalirkan air baku hasil produksi ke 6 kecamatan yang ada di Makassar.

Keenam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Makassar, Kecamatan Mamajang dan Kecamatan Mariso.

Kemudian Kecamatan Rappocini, Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Ujung Pandang

Baca Juga :  Kemarau Panjang,Beni Iskandar dan Jajaran Pantau Langsung Pembagian Air ke Pelanggan
Facebook Comments