Peristiwa

Inovasi Damkar Motor, Solusi Makassar Hadapi Ancaman Kebakaran dan Perubahan Iklim

Infoasatu.com,Makassar–telah membawa kekhawatiran mendalam. Ancaman ini tampak semakin nyata dengan peristiwa-peristiwa ekstrem yang semakin sering terjadi, mulai dari kenaikan suhu udara, ketidakstabilan siklus hidrologi, hingga gelombang bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai negara.

Salah satunya adalah peristiwa kebakaran. Bukan hanya akibat dari kondisi kekeringan ekstrem, musim kebakaran ini juga menjadi pemicu utama emisi karbon dan partikel-partikel berbahaya yang terhembus ke atmosfer.

Di tengah situasi yang semakin genting ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar menghadirkan solusi inovatif dalam menangani ancaman kebakaran yang lebih efisien dan efektif. Masyarakat telah merasakan manfaat dari apa yang disebut sebagai Damkar Motor (Damtor).

Tak hanya saat musim kebakaran melanda, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari seperti pembersihan saluran air dan penyiraman taman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Muhammad Hasanuddin, menyebut Damtor dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kinerja dalam menanggapi kebakaran. Selain itu, situasi La Nina, yang tengah melanda Makassar, menambah urgensi dari solusi ini.

    Menurutnya, potensi kebakaran dini semakin tinggi terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hasanuddin pun mengimbau pihak kelurahan yang telah menerima fasilitas Damtor juga memanfaatkannya sebagai sarana penyaluran air bersih.

    Namun, perlu dicatat bahwa penting bagi pihak kelurahan untuk tetap memastikan bahwa tangki air Damtor selalu terisi penuh.

    “Ini bukan hanya tindakan pencegahan, tetapi juga langkah antisipatif dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran,” kata Hasanuddin, Senin, 7 Agustus 2023.

    Keputusan untuk menggunakan Damtor dalam menyediakan pasokan air bersih bagi daerah terdampak La Nina diharapkan dapat memberikan bantuan signifikan kepada warga yang memerlukan.

    Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran yang lebih lanjut dan meningkatkan kemampuan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.

    Baca Juga :  Identitas Mayat Perempuan Korban Pembunuhan di Pondok Aren Sudah Diketahui

    “Semoga langkah ini dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan respon cepat dalam menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi PBB, yang dikenal sebagai Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), merilis laporan yang menggugah pada tahun 2022, menempatkan tahun tersebut sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat sepanjang sejarah.

    WMO telah mencatat periode delapan tahun, mulai dari 2015 hingga 2022, sebagai tahun-tahun terpanas dalam catatannya. Bahkan, pada awal Desember 2020, WMO menegaskan bahwa tahun 2016 adalah tahun terpanas yang pernah terjadi, dan tahun 2020 tampaknya berada di jalur menuju menjadi salah satu dari tiga tahun terpanas sepanjang masa.

    Facebook Comments