Lima Pelaku Pemerkosa dan Pembunuhan Dua Anak SMA Dijatuhi Pidana Mati

Infoasatu.com, Bangkalan – Lima pelaku pemerkosa yang menghabisi nyawa korbannya dijatuhi pidana mati. Vonis itu dijatuhkan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan.

Kasus bermula saat korban yang masih anak sedang berdua-duaan dengan teman lelakinya, Ahmad, di Pantai Rongkang, Kwanyar, pada Mei 2017. Saat itu, kedua pelajar setingkat SMA itu didatangi Sohib, Muhammad Jeppar, Muhammad Hajir, Muhammad, dan Muhammad Hayyat.

Kelima orang itu menghabisi nyawa Ahmad. Setelah itu, mereka ramai-ramai memperkosa korban secara bergiliran. Setelah itu, nyawa korban dihabisi dengan biadab dan tak berperikemanusiaan.

Penemuan mayat itu sempat membuat geger Bangkalan. Polisi segera mengejar para pelaku hingga satu per satu bisa ditangkap. Akhirnya masing-masing diadili dengan berkas terpisah.

Yang paling akhir diadili adalah Sohib. “Menyatakan terdakwa Moh Sohib bin Asmat Arto bersalah melakukan tindak pidana ‘bersama-sama melakukan pembunuhan dengan berencana dan melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati’. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana mati,” ucap majelis hakim, dilansir di website PN Bangkalan, Selasa (1/10/2019).

Putusan itu diketok ketua majelis Susanti Arsi Wibawani dengan anggota Putu Wahyudi dan Johan Wahyu Hidayat. Hukuman mati itu menyusul hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada empat pelaku lainnya.

Bahkan, untuk Hayat, proses hukumnya sudah sampai tingkat kasasi. Hasilnya, hakim agung Andi Samsan Nganro dengan anggota Eddy Arm dan Margono menguatkan hukuman mati kepada Hayat.

“Menyatakan Terdakwa Mohammad Hayat alias Mad alias Hayat alias Hayat bin Hosnan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘turut serta melakukan pembunuhan berencana dan turut serta melakukan kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya,” tutur Andi Samsan Nganro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *