Menko Polhukam Antar Presiden Micronesia Akhiri Kunjungannya di Indonesia

Infoasatu.com, Makassar – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Wiranto mengantarkan kembali Presiden Federal State Of Micronesia (FSM), Pieters M. Cristian usai mengakhiri kunjungannya di Indonesia.

Wiranto berharap agar kunjungan ini bisa semakin mempererat jalinan kerjasama dan jalinan persahabatan kedua negara dapat terus terjaga.

“Hari ini saya mengantarkan kembali Presiden Federal State Of Micronesia (FSM), Pieters M. Cristian mengakhiri beberapa hari kunjungan kerjanya di Indonesia, berharap agar kerjasama dan jalinan persahabatan kedua negara dapat terus terjaga,” Kata Wiranto, (24/7).

Seperti dikutip dari Dharapos, Pieters M. Cristian mengakui Indonesia merupakan negara terpenting di dunia sehingga pihaknya berharap dapat melakukan kerja sama di berbagai bidang.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat lalu.

Setibanya di Kota Ambon, putra asli Maluku ini mengawali kegiatan kenegaraannya dengan memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan civitas akademik Universitas Pattimura (Unpatti).

Kegiatan yang berlangsung aula Rektorat Unpatti tersebut, turut dihadiri jajaran petinggi Federal State Of Micronesia, Gubernur Maluku Said Assagaff serta jajaran TNI/Polri.

“Indonesia merupakan negara terpenting di dunia internasional dan kami berharap dapat bekerja sama dalam berbagai bidang seperti ekonomi maupun politik,” ungkapnya.

Terkhususnya Maluku yang memiliki kesamaan geografis dan sektor unggulan di bidang kelautan, perikanan dan makro.

“Hal ini tentu memungkinkan adanya kerja sama di bidang maritim yang harus dimulai dari kajian isu tentang maritim yang terjadi di dunia. Sehingga dapat menujukan kerja sama dan solusi dalam penyelesaian masalah kelautan saat ini,” sambungnya.

Cristian juga menekankan di bidang pendidikan, dimana putra-putri Maluku dapat menuntut ilmu. Namun sebelumnya ada penerapan ilmu kurikulum antara Indonesia dengan Federal State Of Micronesia.

Baca Juga :  3 SKPD Makassar Raih Predikat A Pelayanan Publik dari Kemempan RB

Untuk itu, perlu ada kerja sama untuk merealisasikan tujuan dimaksud.

“Saya akan membicarakan hal ini dengan Rektor untuk melakukan dialog. Namun sebelumnya dapat mencari di internet terkait Universitas dan program/jurusan yang ada di sana.

Selain pendidikan, menurutnya Perikanan dan Kelautan perlu diterapkan dalam kerja sama.

Tak lupa dirinya mengajak masyarakat Maluku untuk menjaga laut yang ada dengan tidak membuang sampah dan limbah yang akan merusak biota laut.

“Jika laut bersih maka akan menjadi rumah bagi ikan, terkhususnya Tuna, yang ada di Maluku, terkenal dengan kualitasnya,” tandasnya.

Dalam kuliah umumnya, Cristian yang diketahui merupakan asli negeri Haria, Maluku Tengah ini, juga menjelaskan Federal State Of Micronesia mulai mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara pada 1986 dan tergabung ke dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 1992, yang didukung oleh Indonesia.

Dirinya juga menyampaikan informasi terkait latar belakang orang tua terkhususnya ayahnya, Marthin Christian Soisa.

Untuk diketahui, sebelum kunjungan ke Kota Ambon, Presiden Federal State Of Micronesia (FSM), Pieters M. Cristian telah membangun kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, terkait perjanjian bebas visa Dinas dan Diplomatik.

Hal ini dimaksudkan agar pejabat diplomat dan pejabat dinas dari Micronesia bisa berkunjung Indonesia tanpa visa. (*)

Facebook Comments

Idris Muhammad

referensi cerdas