Menunggu Hasil Real Count, Ngabalin Ajak Masyarakat Untuk Dukung Keputusan Akhir KPU

Infoasatu.com, Makassar – Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melakukan perhitungan resmi terkait pemilu 2019, Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, meminta masyarakat agar nantinya bisa menerima hasil dari real count KPU tersebut.

Ia menegaskan, KPU adalah lembaga yang independen. Untuk itu, apapun keputusan KPU harus didukung penuh oleh rakyat Indonesia.

“KPU lembaga negara yang independen, mandiri. Sehingga nanti kalau KPU setelah menghitung kemudian menetapkan salah satu calon di antara dua calon (capres) ini menang, maka tidak ada pilihan lain bagi rakyat Indonesia kecuali memberikan dukungan penuh kepada KPU,” katanya, Sabtu (27/4/2019).

Ngabalin mengungkapkan terkait peluang diadakannya Ijtimak Ulama ke-3, usai Pilpres 2019 ini. Ia mengatakan jika memang kegiatan itu terlaksana, maka seharusnya ditujukan untuk mendukung penuh presiden RI terpilih nanti.

“Bahwa kalau nanti KPU menetapkan (pasangan capres) 01 dan kemudian ada lagi Ijtimak Ulama yang ke-3, maka Ijtima yang ke-3 ini adalah memutuskan untuk memberikan dukungan kepada pemerintah untuk melaksanakan agenda-agenda kenegaraan,” katanya.

Ia menegaskan, ulama harus bisa mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan dan membuat suasana teduh.

“Ulama itu adalah pewaris para nabi, para nabi itu adalah pewaris yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan, kalimat yang menyejukkan, kalimat yang mengayomi, memberikan suasana yang teduh bagi kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.

Ngabalin juga menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang menaungi berbagai agama dan kepercayaan, dan umat muslim sebagai mayoritas harus bisa menjadi kekuatan untuk mendatangkan kedamaian dan kesejukan.

“Sebagai mayoritas muslim, maka kita musti menjadi kekuatan untuk mendatangkan kedamaian, kesejukan bagi kehidupan bangsa dan negara,” jelasnya.

“Pemilu sudah selesai, kita sudah tidak berurusan lagi dengan 01 atau 02, yang sekarang kita berurusan sekarang ini adalah 03 yakni persatuan Indonesia. Negara kita ini adalah heterogen, negara ini besar karena kita berbeda-beda,”imbuhnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Prabowo-Sandi Kembali Kalah Hasil Real Count KPU