Nurdin Sebut Pelantikan Belum Dijadwalkan, Ribuan Pendukung Danny-Fatma Ancam Kepung Kantor Gubernur

Infoasatu.com, Makassar – Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang digadang-gadang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2021 mendatang, terancam diundur. Hal itu menuai kecaman dari para pendukung Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Fatmawati Rusdi, selaku calon wali kota dan wakil wali kota terpilih.

Ketua Koordinator Tim Komunitas Danny-Fatma, Muhammad Idris mengatakan ada ratusan komunitas Danny-Fatma yang mengancam akan mengepung kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo apabila pelantikan itu benar-benar diundur.

“Banyak komunitas, ada 334 komunitas. Dari milenial, emak-emak, ada juga ormas, RT/RW juga sudah ada di dalam. Dari latar belakang beda-beda,” kata Idris, Selasa (9/2/2021).

Idris menyebut, rencana aksi para komunitas Danny-Fatma itu hal spontanitas dari para pendukung yang sudah mulai jenuh menunggu pelantikan tersebut.

“Namanya orang marah dan tidak bisa kita tahan lebih lama, karena itu spontanitas mereka. Banyak yang hubungi saya, kalau bapak (Danny) tidak jadi dilantik tanggal 17 Februari kita kepung kantor Gubernur, kita duduki Rujab,” ujar Idris.

Dia mengatakan, para komunitas terus mengupdate informasi pelantikan melalui pemberitaan di media-media. Dengan begitu, persiapan untuk menyambut hari kemenangan itu sudah dipersiapkan sejak dari sekarang.

“Sudah siap meskipun syukuran kecil-kecilan di rumah mereka, kalau mereka kecewa? Sudah banyak juga ini yang mengatakan mau turun ke jalan,” ucap Idris.

Menanggapi hal itu, Danny Pomanto mengaku tak bisa berbuat banyak atas sikap para pendukungnya. Ia hanya mengimbau agar semuanya tetap sabar.

Danny juga mengakui sudah ada sekitar 70 komunitas dengan anggota hampir 100 orang melakukan konsolidasi.

“Tidak bisa juga. Sabar, tapi ini urusan suaraku. Maumi diapa kalau begitu sayakan berusaha tenangkan. Tapi pantas juga alasannya dia marah. Maumi 70 komunitas, satu komunitas itu 100, jadi sekitar 7000 orang mi memang. Mestinya janganmi memancing, kasi tenang masyarakat,” tutur Danny Pomanto.

Baca Juga :  Kompaknya Ibu-ibu Majelis Taklim di Maccini Sombala Doakan Danny-Fatma

Sementara itu, menurut Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, pelantikan Danny-Fatma mengikut ke akhir masa jabatan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Sesuai SK, masa jabatannya baru selesai pada bulan Juni nanti.

“Masa tugas sampai Juni. Jangan bikin jadwal sendiri, saya aja belum bikin,” kata Nurdin, Senin (8/2).

Nurdin mengaku soal pelantikan adalah kewenangan Gubernur Sulsel. Pemprov Sulsel sudah mengirim pengusulan pelantikan ke Kementerian Dalam Negeri untuk di SK-kan.

“Kewenangan ada di Gubernur. Baru diusul 170 kab/kota termasuk Sulsel. Sabar aja. Kemungkinan masih Plh semua, karena SK, sampai hari ini belum kita terima,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo mendesak agar pelantikan wali kota dan wakil wali kota dipercepat. Hal itu dikarenakan posisi wali kota yang sudah lama kosong, hanya diisi oleh penjabat (Pj).

Rudianto mengaku selama 30 bulan kota Makassar dipimpin oleh Pj, selama itu pula banyak masalah yang muncul. Pihaknya bahkan memgaku sudah menyurat ke Kemendagri melalui Bagian Hukum.

“30 bulan kita mengalami kekosongan. Saya berharap, pelantikan Wali Kota bisa segera dilakukan,” bebernya.

Facebook Comments