Oknum Kades Asal Bayongbong Garut Divonis 6 Tahun Penjara, Korupsi Dana Desa Rp 400 Juta

Infoasatu.com, Garut – Oknum kepala desa asal Bayongbong, Kabupaten Garut, bernama Eri Susanto divonis bersalah dalam kasus korupsi dana desa yang menjeratnya. Atas kejahatannya, Eri dihukum 6 tahun penjara.

Hal tersebut diungkap Kajari Garut Sugeng Hariadi. Menurut Sugeng, majelis hakim di PN Tipikor Bandung memvonis Eri bersalah dalam kasus tersebut. Vonis dijatuhkan beberapa hari lalu.

“Majelis yang mulia memutus terdakwa Eri ini bersalah in absentia. Divonis hukuman 6 tahun penjara,” kata Sugeng, Sabtu (17/4/2021).

Eri yang sebelumnya penangguhan penahanannya dikabulkan oleh majelis hakim PN Bandung diketahui mangkir dalam beberapa kali panggilan sidang yang dialamatkan kepadanya. Sehingga majelis hakim memutuskan Eri bersalah in absentia.

Sugeng mengatakan, pasca vonis yang dijatuhkan majelis hakim, hingga saat ini keberadaan Eri misterius. Selain Eri, keberadaan sang istri yang sempat bertindak sebagai penjamin dalam proses penangguhan penahanan Eri yang dilakukan beberapa waktu lalu juga tidak diketahui.

“Kami sudah melakukan upaya dengan mendatangi rumah terdakwa di wilayah Bayongbong tapi tidak ada. Baik Eri maupun istrinya tidak ada,” tuturnya.

Sugeng berharap Eri dan istrinya beritikad baik dengan datang ke Kejari Garut. Sebab, pihak kejaksaan juga saat ini menunggu langkah yang akan dilakukan Eri. Apakah menerima putusan tersebut, atau mengajukan banding.

“Semoga ada itikad baik. Selain suaminya, istrinya juga pasti kita kejar. Karena dia kan penjamin saat pengajuan penangguhan penahanan,” ujar Eri.

Eri diketahui melakukan korupsi dana desanya sendiri pada tahun 2017 lalu. Modusnya, dengan cara memalsukan laporan pertanggungjawaban. Eri diduga korupsi dana desa sebesar Rp 400 juta dari total Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Tiga Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung RI

Kasi Pidana Khusus Kejari Garut Deny Marincka mengatakan duit korupsi yang dilakukan Eri digunakan untuk menghidupi dua orang istri.

“Berdasarkan keterangan tersangka, uang tersebut digunakan untuk menghidupi dua orang istrinya. Satu di Indramayu, satu di Garut,” ucap Deny.

Facebook Comments