Pegawai di Pasar Banjar Bawa Kabur Uang Bosnya 376 Juta, Korban Buka Sayembara dengan Imbalan 20 Juta

Infoasatu.com, Banjar – Seorang pegawai toko di pasar Banjar bawa kabur uang milik majikannya sebesar Rp 376 juta. Korban kemudian membuka sayembara di media sosial bagi yang menemukan keberadaan pelaku akan diberi imbalan Rp 20 juta. Hal itu membuh netizen di wilayah Banjar dan Pangandaran heboh.

Korban diketahui bernama Inda Suhenda (51) warga Dusun Jelat Kelurahan/Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Dia adalah pedagang kedelai di Pasar Banjar.

Kejadian itu berawal pada Senin (5/4/2021) sekitar pukul 10.30 WIB, Inda menyuruh Linda Utami (21) pegawainya untuk menyetor uang sebesar Rp 376 juta ke bank BCA cabang Banjar. Linda pun berangkat dengan mengendarai sepeda motor milik majikannya.

Selama ini Inda sudah percaya kepada Linda, sudah beberapa kali Linda disuruh menyetor uang dalam jumlah banyak, tak pernah ada masalah.

Namun kali ini, hingga pukul 2 siang, Inda tak mendapat kabar dari Linda. Dia akhirnya menyuruh pegawai lain untuk menyusul Linda ke bank. Ternyata di bank, Linda tak ada. Inda juga menghubungi bank, ternyata uang yang dibawa Linda belum disetor. Korban akhirnya lapor polisi.

“Setelah menerima laporan kami langsung merespon,” kata Kapolres Banjar AKBP Melda Yani, Rabu (7/4/2021).

Polisi kemudian menemukan motor yang dibawa Linda di daerah Sukarame Kecamatan Banjar. Diketahui pula bahwa dalam beberapa hari terakhir Linda menginap di sebuah kontrakan seorang pria asal Jambi. Pria itu diduga pacar Linda.

“Sedang kami lakukan pengejaran. Terakhir kami selidiki posisinya ada di Ciamis, tapi menghilang,” kata Kasat Reskrim Zulkarnaen.

Namun Zulkarnaen mengatakan pihaknya sudah memblokir akses mereka untuk keluar pulau.

Baca Juga :  Pengemudi Fortuner yang Viral Acungkan Pistol di Duren Sawit Jaktim Ditangkap Polisi

“Akses di bandara atau pelabuhan sudah kami pantau,” tuturnya.

Sementara itu terkait langkah pihak korban yang membuka sayembara untuk mencari keberadaan pelaku, Zulkarnaen mengatakan hal itu tak jadi masalah.

“Tak masalah, itu hak korban,” pungkas Zulkarnaen.

Sayembara yang dibuka korban, Inda Suhenda (51).
Facebook Comments