Pertama di Indonesia, Danny Gagas Hari Kebudayaan Makassar, Ini Alasan Diperingati Setiap 1 April

Infoasatu.com, Makassar – Hari kebudayaan kota Makassar resmi menjadi kegiatan rutin yang diperingati setiap tanggal 1 April. Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto selaku penggagas mengungkapkan alasan dirinya menjatuhkan tanggal tersebut sebagai hari peringatan.

 

Ia mengatakan tanggal 1 April 1999 merupakan moment yang sangat bersejarah. Dimana pada saat itu, nama Makassar secara resmi kembali digunakan untuk menamai kota ini dari sebelumnya disebut Ujung Pandang.

Karena itu disepakatilah tanggal tersebut untuk memperingatinya setiap tahun. Pencanangan hari budaya Makassar pun secara resmi dilakukan oleh Gubernur yang diwakili Sekprov Sulsel Ashari Passiri Rajamilo dan ditandai penandatanganan Perwali No.24 Tahun 2019 tentang Hari Kebudayaan Kota Makassar oleh Danny Pomanto.

Hari kebudayaan ini sendiri pertama kali dilakukan di Indonesia. Dengan harapan dari Makassar menginspirasi pelaksanaan wahana budaya di Indonesia.

Apresiasi tinggi kemudian disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekda Provinsi Sulsel Ashari Passiri Rajamilo.

“Hari Kebudayaan Makassar yang digagas Bapak Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto adalah sesuatu yang layak kita berikan apresiasi. Apresiasi dan selebrasi kebudayaan harus senantiasa kita lakukan agar kebudayaan kita menjadi sesuatu yang nyaman dan bisa dinikmati anak-anak milenial di masa akan datang,” ucapnya pada pencangan Hari Kebudayaan yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Senin (1/4).

Di tengah mudahnya generasi muda untuk mengkonsumsi berbagai budaya modern kata Gubernur, tidak ada salahnya kita mengenalkan keindahan dan keluhuran budaya leluhur kita.

Sementara itu, menurut Danny Pomanto Indonesia dengan semboyan bhinneka tunggal ikanya, memiliki kekuatan besar pada budaya yang ada. Bahkan ia mengatakan selama masih ada kebudayaan itu, maka NKRI akan tetap ada.

“Maka jangan tinggalkan budaya, budaya sopan santun kita, budaya musyawarah kita, budaya gotong royong kita, adalah hal yang luar bias,” katanya.

Baca Juga :  Plt Camat Bontoala Sebut Kebakaran di Bontoala Cepat Diantisipasi Berkat 112

Danny pun mengajak kepada semua pihak agar terus melanjutkan budaya-budaya positif yang ada demi masa depan Makassar dan anak-anak bangsa Indonesia. Sebab menurutnya budaya adalah kehormatan, identitas, dan menjadi pemersatu.

Kegiatan ini berlangsung begitu meriah. Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, seluruh instansi, perkantoran, hingga sekolah serentak mengenakan baju bodo yang merupakan baju adat suku Bugis-Makassar.

Di sekolah-sekolah dari jenjang SD dan SMP juga diberi pendidikan kebudayaan selama proses belajar mengajar berlangsung sepanjang hari itu.

Selain itu, dilaksanakan parade atau karnaval budaya dari pantai losari dan berakhir di depan fort rotterdam. Aneka pertunjukan budaya dipentaskan. Mulai Reok Ponorogo, Ambon, Barongsai, Madura dengan seni pencak silat, Bali tari kecak, tari Saronde Gorontalo, anging mammiri. Semuanya membawa kemeriahan tersendiri peringatan perdana hari kebudayaan tersebut. (*)

Facebook Comments

Idris Muhammad

referensi cerdas