Kecamatan

Restorasi Terumbu Karang untuk Perairan Makassar yang Lebih Baik

Infoasatu.com,Makassar--Yayasan Kitaji Pinisi (YKP) Indonesia dengan dukungan Yayasan KEHATI dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan seremoni pembukaan program pengembangan Coral Garden di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, dan Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan tanda dimulainya kegiatan konservasi ekosistem terumbu karang di Kawasan Perairan Kota Makassar yang telah mengalami kerusakan akibat berbagai macam tekanan, salah satunya karena pemanfaatan sumber daya yang tidak ramah lingkungan.

Berdasarkan penelitian oleh Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin, pada awal Desember 2015 lalu menunjukkan adanya tren penurunan kualitas terumbu karang di tiga pulau yang diteliti, yaitu Pulau Barang Lompo, Barrang Caddi dan Samalona. Beberapa faktor eksternal dicurigai sebagai penyebabnya, termasuk proyek reklamasi untuk pembangunan Centre Point of Indonesia (CPI). Kegiatan restorasi yang dilakukan, nantinya didukung dengan kegiatan penyediaan bibit karang dengan metode coral tree nursery (CTN).

Sehingga, restorasi yang dilakukan tidak akan mengambil anakan karang dari lokasi yang masih baik, dimana metode ini dapat memicu kerusakan karang yang sudah ada.  “Inisiasi kegiatan pelestarian ini dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah, organisasi lingkungan, pihak swasta, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memperbaiki kualitas ekosistem terumbu karang di kawasan pesisir Makassar, dan kedepannya dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan masyarakat,” ujar Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto.  Kegiatan transplantasi nantinya akan menggunakan modul penanaman berbentuk kebun koral/coral garden sehingga akan menjadi daya tarik ekowisata berbasis konservasi perairan. 

Yayasan KEHATI bersama mitra kedepannya juga akan membentuk learning center yang akan digunakan sebagai pusat informasi dan pembelajaran kegiatan rehabilitasi terumbu karang, baik kepada masyarakar setempat, mahasiswa, dan komunitas konservasi dari daerah lain. Kegiatan ini akan berjalan sampai Maret 2024.  “Masyarakat di Pulau Barang Lompo dan Barrang Caddi sudah merasakan dampak dari kegiatan restorasi ini.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Pengurus MCMI Bontoala Siap Bersinergi Sukseskan Program Pemkot Makassar

Misalnya, di musim cumi-cumi, nelayan mengalami peningkatan yang biasa hanya mendapatkan hasil 1 kilo, kini menjadi 8 kilo per hari sejak adanya rehabilitasi karang di sekitar pulau mereka. Semoga kegiatan ini akan memberikan dampak ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, tutup Pendiri Yayasan Kitaji Pinisi (YKP) Indonesia Imran Lapong.

Facebook Comments