Sebarkan Video Seks Bersama Mantan di Medsos, Pria di Cianjur Dibui 3 Tahun

Infoasatu.com, Cianjur – Seorang pria, warga Cianjur, Jawa Barat, dijatuhi hukuman 3 tahun penjara akibat terbukti merekam aktivitas seks dengan kekasihnya selama 17 menit dan disebarkan di media sosial. Hukuman itu dijatuhi Pengadilan Negeri (PN) Bandung kepada MAS (26).

MAS awalnya menjalin hubungan pacaran dengan kekasihnya dan sudah berjalan lima tahun. Pada 24 April 2019, MAS dan kekasihnya melakukan hubungan seksual layaknya suami-istri di kos-kosan mereka di Bandung. MAS merekam hubungan seksual itu dengan durasi 17 menit dengan webcam laptop, lalu disimpan di flashdisk.

Belakangan, hubungan MAS dengan kekasihnya berakhir. Mantannya kemudian menjalin hubungan dengan lelaki lain.

MAS cemburu dan menghubungi kekasih baru korban. MAS mengancam, bila masih berhubungan dengan mantannya, video korban akan disebar.

Pada 3 Februari 2020, MAS menyebarkan video 17 menit itu di Instagram. Bahkan MAS juga meng-upload video itu di berbagai situs porno dunia. Korban malu dan tidak terima sehingga langkah hukum diambil.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sebesar Rp 20 juta subsidair 2 (dua) bulan kurungan,” kata ketua majelis I Dewa Gede Suarditha.

Majelis menyatakan MAS terbukti dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Hal tersebut melanggar Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Bahwa perbuatan Terdakwa telah mencemarkan nama baik dan mengakibatkan penderitaan yang mendalam bagi korban. Perbuatan Terdakwa bertentangan dengan norma-norma kesusilaan yang hidup dalam masyarakat. Tidak ada perdamaian antara Terdakwa dengan korban,” kata majelis membacakan pertimbangan yang memberatkan.

Facebook Comments
Baca Juga :  Rusak Fasilitas Kantor Dispendukcapil, ASN di Banyuwangi Terancam 5 Tahun Bui