Sengketa Tambang Pasir di Pinrang Berakhir Bentrok, 4 Orang Jadi Korban

Infoasatu.com, Pinrang – Sengketa tambang pasir di Kampung Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, memakan korban. Perseteruan terjadi dilokasi tambang galian C, pada Selasa (05/11) sekitar pukul 12.45 Wita.

Kejadian itu dipicu oleh polemik tambang pasir tersebut yang melibatkan warga Desa Salipolo bersama warga Desa Bababinanga,  melawan pihak penambang yang dikuasai oleh PT Alam Sumber Rejeki (ASR). Kejadian tersebut mengakibatkan korban pada kedua belah pihak masing-masing.

Pihak warga Desa Salipolo bernama Hasbullah (55) yang mengalami luka terbuka akibat tebasan senjata tajam pada bagian pergelangan tangan kanan dan luka tergores pada bagian paha sebelah kiri. Kemudian korban di pihak pekerja penambang PT. ASR masing-masing Zainuddin alias Salihuddin (50) warga Makassar yang mengalami luka terbuka pada bagian bawah dada kiri, luka terbuka pergelangan tangan kanan dan luka terbuka pada bagian punggung.

Korban kedua lelaki Muh. Tang (49) seorang petani warga Dusun Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa dengan luka terbuka pada bagian lengan kiri dan luka terbuka pada bagian punggung lengan sebelah kiri diduga terkena sajam (parang). Masih korban di pihak penambang PT ASR yakni Kamaluddin (38) seorang Petani warga Dusun Salipolo, dengan mengalami luka memar pada bagian dada diduga terkena batu.

Kejadian itu bermula saat sekitar 250 orang gabungan warga Desa Salipolo dan warga Desa Bababinanga datang ke lokasi, menolak aktivitas tambang pasir oleh PT ASR. Warga mendatangi lokasi tersebut dengan membawa sajam dan bambu runcing untuk menghentikan aktivitas tambang pasir tersebut.

Saat tiba dilokasi, terjadilah cekcok mulut antara pihak warga dengan pihak penambang PT ASR. Personi Polsek Cempa yang dipimpin Kapolsek Cempa IPTU A Akbar yang berada di TKP berusaha melerai kedua belah pihak. Namun situasi tidak terkendali dan terjadilah perkelahian yang mengakibatkan korban luka.

Satuan Intelkam Polres Pinrang dipimpin Kasat Intelkam AKP Muksin kemudian tiba di TKP dan berusaha mengamankan situasi di TKP. Warga yang menolak aktivitas tambang pasir kemudian membubarkan diri dan kembali ke perkampungan Desa Salipolo.

Saat ini situasi di TKP sudah dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengamanan polisi. Korban Muh Tang dirujuk ke RSU Lasinrang Pinrang untuk mendapatkan perawatan medis karena luka serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *