Sitti Roslin Mengaku Alami Tindak Kekerasan, Rahim: Jika Tidak Terbukti Siap-siap Kami Laporkan Balik

Infoasatu.com, Makassar – Jelang pencoblosan 9 desember mendatang di Pilkada Makassar 2020, fitnah dan berita hoax kerap menyerang pasangan urut satu Danny-Fatma (ADAMA). Seperti halnya terkait kabar bahwa pihak “ADAMA” melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan yang merupakan pendukung paslon urut tiga Syamsul Rizal-Fadli Ananda (Dilan).

Menurut salah satu penjaga Villa di Tokka Moncongloe, Dg Rahim , bahwa pengakuan dari Sitti Roslin Rusli (30) sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, saat kejadian dia melihat bahwa tidak ada orang yang menyeret dengan paksa ibu tersebut.

Hanya saja kata Rahim jika si ibu tersebut diamankan karena dia kedapatan merekam menggunakan Handphone saat akan berlangsung kegiatan silaturahmi di Villa di Tokka Moncongloe milik Calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

“Waktu ibu ini (Sitti Roslin) mengantar ibunya ke tokka dia kedapatan sedang merekam pakai handphone , jadi pihak protokol langsung mengamankan ibu tersebut, dan terbukti kalau dia adalah pendukung paslon urut tiga (Dilan) dan itu diakuinya sendiri saat di introgasi.”jelas Rahim, Minggu, (15/11).

Olehnya supaya pemberitaan ini tidak bias di masyarakat, Rahim, kembali menegaskan jika tidak ada sama sekali tindakan kekerasan terhadap Roslin dan anaknya, begitupun dengan ibunya yang merupakan seorang RT. Yang membuat heran lanjut Rahim bahwa kenapa dia datang ke tempat ini sementara dia adalah pendukung paslon lainnya.

“Intinya ibu ini tidak ada yang menyeret apalagi sampai dia mengalami cedera atau luka, dan setelah di kompermasi ke koordinator Biringkanaya (Sdr.Firman) ternyata ibu RT/orang tuanya yang diantar ke Tokka tidak terkompermasi (tidak terdaftar) sebagai tamunya Pak Danny, dan mengenai saksi banyak orang ada di lokasi (termasuk Koordinator Biringkanaya).”tegasnya.

Baca Juga :  H-12 Pengumuman KPU, Ini Hasil Sementara Prolehan Suara Capres 2019

Dengan adanya laporan yang dilakukan oleh pihak Sitti Roslin ke Polisi bahwa dia mengalami tindak kekerasan, maka hal itu sekiranya bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan kebenarannya. Tapi bilamana apa yang dilaporkan tidak terbukti maka siap-siap saja pihak Roslin akan dituntut balik dengan pencemaran nama baik karena membuat berita bohong (hoax) .

Sebelumnya diketahui, Tim pemenangan paslon urut 3 Dilan, Pepy Nelfayanti yang juga Koordinator Kecamatan Biringkanaya mendampingi Sitti Roslin Rusli melaporkan kejadian dugaan tindak kekerasan tersebut ke Polsek Moncongloe Kabupaten Maros. Kejadian yang dilaporkan pihak Sitti Roslin bermula saat dia merasa diperlakukan kasar saat menghadiri acara di Villa Moncongloe pada hari Sabtu, (14/11).

Facebook Comments