Tanah Bergerak-Retak di Cianjur Tambah Parah, Retakan Capai Seribu Meter

Infoasatu.com, Cianjur – Tanah bergerak dan retak di Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya Cianjur, Jawa Barat bertambah parah. Bahkan panjang retakan mencapai 1.000 meter.

Rumah yang terancam pun bertambah menjadi sekitar 100 rumah.

Kepala Desa Sukabungah E Juanda, mengatakan longsor dan retakan tanah awalnya hanya terjadi di beberapa titik. Namun hujan deras yang mengguyur hingga Jumat (4/12/2020) siang, membuat retakan bertambah parah.

“Jadi sekarang retakan itu nyambung dan melintas di beberapa kampung yang terdampak. Total panjang retakan mencapai 1.000 meter,” kata Juanda.

Menurutnya tanah yang retak tersebut juga mulai mengalami pergeseran. Bahkan tanah turun sedalam 1-2 meter.

“Tanah nya jadi anjlok, ada rumah yang sekarang atapnya itu sejajar dengan retakan tanah,” ucapnya.

Dia menambahkan total rumah yang terancam pun kini mencapai 100 rumah. “Untuk warga yang terdampak ada sekitar 254 jiwa,” tuturnya.

Menurut Juanda, warga sempat mengungsi namun sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi warga tetap diimbau waspada jika hujan deras.

“Kami sudah ingatkan ketika hujan deras segera mencari tempat aman. Apalagi hujannya sampai berjam-jam. Kami mencegah adanya korban jiwa,” ucap dia.

Dia berharap Pemkab segera memberi bantuan logistik pada warga. Selain itu jembatan yang putus akibat longsor diminta segera diperbaiki.

“Yang lebih mengkhawatirkan soal jembatan putus, karena warga jadi harus mengambil jalan memutar dengan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama,” lanjutnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  WN Jerman Ditemukan Tewas di Gorontalo, Mayat Dievakuasi Seperti Pasien Corona