Tersangka Penipuan Paket Kurban Bodong di Cianjur Akhirnya Mendekam di Tahanan

Infoasatu.com, Cianjur – HA, tersangka kasus dugaan penipuan berkedok paket kurban kembali mendekam di ruang tahanan Polres Cianjur usai menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton, mengatakan tersangka mengeluhkan sakit sehingga dirawat di rumah sakit usai ditangkap dan diamankan ke Mapolres Cianjur.

Setelah beberapa hari dirawat, kondisi kesehatan tersangka membaik dan kembali ditahan.

“Daei pemeriksaan dokter, tersangka sakit di bagian dalam. Beberapa hari lalu sudah dinyatakan sembuh, dan kami tahan lagi di sel tahan Polres Cianjur. Tapi kodisinya masih lemas,” kata Anton, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya tersangka HA masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus dugaan penipuan berkedok paket kurban.

“Kita masih dalami kasus ini, termasuk melacak aset-asetnya selain dari kendaraan dan rumah,” ujar Anton.

Alasan sakit tidak hanya dilakukan tersangka setelah ditangkap, HA juga beberapa kali mangkir dari pemanggilan polisi dengan alasan yang sama.

“Sebelum ditetapkan tersangka dan ditangkap, pernah beralasan sakit sebagai alasan mangkir dari panggilan. Tapi karena sudah dua kali mangkir, kami tetapkan tersangka dan langsung menangkapnya di wilayah Bandung,” tuturnya.

Sekadar diketahui, HA merupakan direktur dari CV Hoki Jaya Abadi. HA menjalankan bisnis arisan paket kurban, paket lebaran hingga paket elektronik.

Dengan iming-iming paket murah, tersangka berhasil menggaet ribuan korban untuk bergabung dalam bisnisnya. Namun ternyata hingga waktu yang ditentukan, para peserta paket tersebut tak mendapatkan barangnya.

Korban tidak hanya berasal dari Cianjur, tetapi ada juga dari Sukabumi, Bogor, hingga Kabupaten Bandung Barat.

Anton menjelaskan dari laporan yang sudah masuk, kerugian korban mencapai Rp 9 miliar. Namun jumlah tersebut masih bisa bertambah, mengingat banyak korban yang belum melapor.

Baca Juga :  Pelajar di Bondowoso Disodomi Pasangan Gay, Pelaku PNS dan Tenaga Honorer

“Sementara baru ada dua laporan, dengan total kerugian Rp 9 miliar. Ada juga yang membuat laporan di Sukabumi dan daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Facebook Comments