Tiga Pelaku Praktik Pembuatan Surat Swab Palsu di Banyuwangi Ditangkap, 1 DPO

Infoasatu.com, Banyuwangi – Polres Banyuwangi mengamankan tiga pria pelaku praktik pembuatan surat swab antigen palsu. Sementara satu pelaku lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Tiga pelaku yang ditangkap adalah Dendi Nur Efendi (30), Agus Farid (29) dan Sodik (38). Sementara yang dinyatakan DPO yakni VYF, warga Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, terungkapnya kasus ini atas laporan dari masyarakat yang dirugikan dengan adanya surat swab antigen palsu. Sebab mereka ditolak masuk Bali karena dokumen pendukung kesehatan yang dikantongi ternyata palsu.

“Mereka dilaporkan oleh penumpang kapal yang dirugikan. Kita berhasil menangkap mereka setelah adanya laporan itu,” kata Nasrun, Kamis (2/9/2021).

Mereka melakukan aksi itu selama 3 bulan ini. Mereka mencari mangsa penumpang di Pelabuhan Ketapang yang membutuhkan surat swab antigen. Mereka memalsukan surat swab antigen yang dikeluarkan oleh 2 klinik yang di Banyuwangi.

AD INJECTION TEST ADVERT 728x90
Ad Injection
www.advancedhtml.co.uk

“Jadi modusnya saling kerja sama menawarkan jika ada pelaksanaan rapid antigen dengan hasil negatif tanpa harus test,” terang Nasrun.

Mereka sudah memalsukan 62 surat swab antigen bagi penumpang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Per surat dijual seharga Rp 100 ribu, tanpa uji klinis pemeriksaan deteksi Covid-19.

“Untuk biaya pembuatan swab antigen sebesar Rp 100 ribu. Di mana pembagian itu dibagi 60 persen dan 40 persen kepada masing-masing pelaku,” beber Nasrun.

Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti laptop, printer dan kertas cetak antigen palsu.

“Sementara pelaku ada tiga orang ditangkap di TKP berbeda. Dua pelaku diduga sebagai tokoh utama, satu pelaku lainnya hanya turut serta atau perantara,” jelas Nasrun.

Baca Juga :  Pria di Sleman Ditangkap Karena Tipu Wanita Ratusan Juta dengan Mengaku Sebagai Polisi
TEST ADVERT 160x90
Ad Injection
reviewmylife.co.uk

Saat ini, ketiganya ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka terancam Pasal 263 ayat (1) tentang Dugaan Pemalsuan Dokumen, dengan ancaman 6 tahun penjara.

Facebook Comments
TEST ADVERT 160x90 Ad Injection