Beredar Percakapan Telepon Diduga Lurah Tello Baru Pengaruhi Warga Tidak Memilih Kotak Kosong

Infoasatu.com, Makassar – Beredar luas percakapan telepon diduga Lurah Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Syamsu Rizal yang mengajak warga tidak memilih kotak kosong. Oknum lurah tersebut disinyalir turut berkampanye mengajak warganya untuk tidak salah memilih calon di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018.

Ilustrasi

Satu warga yang merahasiakan identitasnya mengungkapkan, jika ajakan Lurah tersebut bermuatan politis untuk tidak memilih kotak kosong.

“Iye benar ada ajakan lurah lewat telepon tapi sudah lamami, beberapa hari yang lalu. Dia telepon, dia larang pilih kotak kosong. Sepertinya dia kampanyekan nomor 1,” aku warga Kelurahan Tello Baru ini.

Diketahui, komunikasi Lurah Tello Baru tersebut berlangsung di malam hari, kira-kira sekitar pukul 23.30 Wita.

Menurut warga ini, ajakan Syamsu Rizal itu juga disampaikan kepada warga lainnya, utamanya ke Ketua Rukun Tetangga dan Warga (RT/RW).

Kepada warga ini, pihak yang ditelepon langsung Syamsu Rizal mengutarakan, merasa heran dirinya ditelepon secara tiba-tiba melalui nomor telepon seluler pribadi milik lurah tersebut.

“Awalnya dia ditelepon setengah dua belas malam. Katanya, tidak tau angin apa ditelepon pak lurah karena dia merasa tidak punya salah, kenapa lurah nelpon. Eh, ternyata dia (pak lurah) tanyakan untuk apa pilih kotak kosong, itu tidak ada angkanya,” kata warga yang sama.

“Pak Danny sekarang tidak ada, percuma pilih kotak kosong. Pokoknya apa yang bicarakan pak lurah sama dengan yang disampaikan ke RW sebelah,” ungkapnya.

Lanjutnya, komunikasi tersebut tidak berlangsung lama, lantaran jaringan telepon selulernya terputus.

“Katanya tiba-tiba putus, dua kali kembali menelpon, dia (warga) tidak mau lagi angkat teleponnya pak lurah yang berdering sebanyak dua kali,” tambahnya.

Sekadar diketahui, pembicaraan Lurah dan warganya tersebut tersebar di media sosial (medsos). Nampak dari suara Syamsu Rizal memang mengajak warganya untuk memilih kotak kosong.

Baca Juga :  Panwaslu Tegaskan Pilkada Makassar Tidak Sah

“Seandainya Pak Danny ada disitu, ok. Biar menang kotak kosong Pak Danny tidak kembali, kita pikir baek-baek. Politik itu dek, tidak selamanya satu tambah satu itu dua, terkadang jadi empat atau delapan, inilah yang terjadi sekarang,” kata Lurah tersebut yang suaranya terekam. (*)

Facebook Comments

Idris Muhammad

referensi cerdas