Persahabatan Danny Pomanto dan Singapura

(Catatan tentang Danny sebagai tamu kehormatan SR Nathan Fellowship di Singapura)


“Itu (kunjungan di Singapura empat hari–ed) makin meyakinkan saya, bahwa pemerintahan yang adaptif dan inovatif, itulah pemerintahan yang berorientasi pada kemajuan,” ujar Mohammad Ramdhan Pomanto kepada kru yang mendampinginya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin 13 Januari 2020.

Danny, sapaan populer Muhammad Ramdhan Pomanto, baru saja selesai memenuhi undangan lawatan resmi di Singapura yang difasilitasi SR Nathan Fellowship Program, Singapura, selama empat hari, mulai Senin 6 Desember 2020.

SR Nathan Fellowship adalah lembaga nirlaba yang bermarkas di Singapura. Sellapan Ramanathan, nama lengkap SR Nathan sebagai nama lembaga ini, adalah presiden ke-6 Republik Singapura (1999-2011), dalam dua periode jabatan kepresidenan. Pencalonan untuk periode pertama, Nathan mendapat dukungan menteri senior dan mantan perdana menteri Singapura, Lee Kwan Yew.

Ada dua perdana menteri yang memimpin kabinet di bawah periode kepresidenan Nathan, yakni Goh Chok Tong dan Lee Hsien Loong (perdana menteri Singapura sampai hari ini). Nathan adalah keturunan India Tamil yang lahir di Singapura (masih negara Melayu) pada 1924.

SR Nathan Fellowship sendiri adalah penghargaan prestisius yang diberikan kepada pemimpin-pemimpin utama dan penggagas berbagai ide di bidang kepemimpinan pemerintahan level internasional, nasional, maupun lokal dari seluruh dunia atas kontribusinya dalam pelayanan publik (public servant).

Perihal Danny mendapatkan undangan hadir sebagai tamu SR Nathan Fellowship ini, adalah buah dari kunjungan Sekretaris Senior Parlemen Republik Singapura, DR Tan Wu Meng pada 11 Juli 2019 di Makassar, bertemu dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Plt Walikota Makassar Iqbal Suhaeb.

Pada saat yang sama, DR Tan juga memanfaatkan waktunya bertemu Danny di salah satu hotel di Makassar. Anil Kumar Nayar, Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia juga ikut mendampingi.

DR Tan senang bertemu dengan Danny saat itu karena dapat berbincang tentang Sombere and Smart City, Home Care, City Room Control, Partisipasi Warga Kota dalam Smart City.

“Pak doktor Tan memberi apresiasi tinggi atas peran saya sebagai walikota yang mendekatkan pemerintah Kota Makassar dan Singapura dalam berbagai kerjasama,” ujar Danny usai bertemu DR Tan di Makassar.

DR Tan kemudian menyatakan ingin berbincang lebih lanjut. Untuk itu, anggota parlemen yang berasal dari Distrik Jurong ini pun mengundang Danny ke Singapura untuk melanjutkan diskusi-diskusi di bawah fasilitasi SR Nathan Fellowship sebagai penyelenggara.

DR Tan merancang pertemuan lanjutan menjadi pertukaran ide, pengalaman, dan perspektif tentang tantangan-tantangan global pengelolaan kota. Pertemuan diramu menjadi lebih resmi. Tema dan bidang yang akan diprogramkan dalam perbincangan itu nantinya, diatur secara bersama-sama antara Kedubes Singapura untuk Indonesia di Jakarta dan Tim Official Danny Pomanto.

Dalam program ini, Danny diberi keleluasaan untuk mengusulkan tema diskusi, kantor pemerintah, pejabat-pejabat yang dikehendaki atau yang ingin ditemui.

Baca Juga :  Dinas PU Makassar Paparkan Pengalihan Anggaran Penanganan Covid-19 ke DPRD

Undangan untuk Danny menghadiri program itu dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura. Keistimewaan undangan ini adalah karena Indira Yusuf Ismail, istri Danny, juga diundang. Danny juga diperbolehkan didampingi tim official-nya.

Danny, Indira dan Tim Officialnya dilayani dengan fasilitas akomodasi penginapan selama masa lawatan.

SELAMA lawatan di Singapura, Danny dan Indira didampingi masing-masing satu orang protokoler dan satu unit kendaraan dinas dari kantor Menteri Dalam Negeri Singapura. Danny dan Indira mempunyai jadwal sendiri-sendiri.

Berikut ini adalah menteri dan pejabat penting Republik Singapura yang telah bebincang bersama Danny dalam meeting programm SR Nathan Fellowship 2020:

  1. DR Tan Wu Meng, Senior Parlimentary Secretary (Sekretaris Parlemen Senior) (Foreign Affair, Trade and Industry) Bidang Urusan Luar Negeri, Perdagangan dan Perindustrian.
  2. Mr. Khoo Teng Chye, Executive Director Center for Liveable Cities, Singapura.
  3. Mr. Tan Chee Hau, Director (Planning and Prioritisation) Smart Nation and Digital Government Office,
  4. Mr. dokter Janil Puthucheary, Senior Minister of State (Communication & Information) and Trasportation.
  5. Mr. Amrin Amin, Senior Parliament for Secretary of home and health affair at Ministry of Home Affair.
  6. Mr. DR. Maliki Osman, Senior Ministry of State for Foreign and Defence Affair.
  7. Mr Joseph Teo, Chief Negotiator for Climate Change, Ministry of the Environment and Water Resouces.
  8. Mr Chew Hwee Yong, Global Markets Director (Southeast Asia) Enterprise Singapore.

Selain itu, Danny juga diantar mengunjungi kantor pemerintahan dan urusan publik sebagai berikut:

  1. City Tour: The Jewel Changi, Civic/Ethnic Distric, Marina Bay Cruise, Marina Barrage, Little India, China Town, Singapore Heritage.
  2. Tuas South Inceneration Plant
  3. Sentosa Development Corporation,
  4. Land Transport Authority on Intelligent Transport System Singapore
  5. MTI, Ministry of Trade and Industry Singapore

Ada tiga momen berharga yang Danny banggakan selama kunjungan. Momen pertama adalah dijamu sarapan pagi oleh DR Tan di StraitsKitchen Restoran, Grand Hyatt Hotel. Danny didampingi dua staf, dan DR Tan juga didampingi dua staf. Pertemuan yang dikemas sarapan ini menyerupai pertemuan bilateral. Pembicaraan ini tampak merupakan kelanjutan dari perbicangan enam bulan sebelumnya di Makassar, Indonesia.

“Selama waktu 90 menit waktu yang kami habiskan untuk berbincang, higlight DR Tan tentang Singapura menghadapi tantangan-tantangan baru, adalah sikap adaptif negaranya. Singapura menyusun aturan agar pemerintahannya bisa menyesuaikan diri. Bukan menyusun aturan untuk membatasi perkembangan,” kata Danny kepada delegasinya didampingi DR Tan.

Sebaliknya, DR Tan mengaku bahwa membangun Kota Makassar tidak semudah membangun Kota Singapura. Karena itu, dirinya terpincut oleh program-program yang dibuat Danny membangun kota Makassar, seperti Sombere’ and Smart City, City Room Control, Home Care, Program Pemberdayaan Lorong, dan sebagainya.

Baca Juga :  Yunus Hj: Kita Sudah Lihat dan Rasakan Program Kerja Danny Pomanto

“Standing out of Makassar Sombere programm is the Heart Ware. It similiar to hard ware or soft ware. And, I like these,” kata DR Tan.

Di dinding akun Fan Page FB “Tan Wu Meng” pada 7 Januari, DR Tan mengunggah informasi pertemuannya dengan Danny. “Selamat datang Bapak Danny Pomanto, mantan walikota Makassar Indonesia di Singapura dengan sarapan bersama pagi ini,” sapa DR Tan.

Lebih jauh, selain menjabat Sekretaris Senior Parlemen Singapura, DR Tan juga menjabat Menteri Luar Negeri, dan Menteri Perdagangan dan Industri di kabinet yang dipimpin Lee Hsien Loong. DR Tan mulai bergabung dalam kegiatan politik pada 2015, ketika ia terpilih sebagai anggota parlemen dari Distrik Jurong GRC. Tahun 2018, ia bergabung dengan kabinet pemerintahan. Sebelum terjun di politik, Tan adalah seorang dokter di Rumah Sakit milik Pemerintah Singapura.

Momen kedua adalah jamuan makan siang bersama Mr. Janil dan DR Maliki. Sesi perbincangan Danny dan Mr Janil berlangsung hampir dua jam di Hotel Grand Hyatt, kawasan Orchard Street, Rabu 8 Januari. Makan siang diakhiri hidangan penutup kue tradisional bugis, Katiri Sala, Dadar Hijau, Kue Lapis.

Sementara menteri senior urusan Luar Negeri dan Pertahanan DR Maliki Osman menjamu Danny dengan makan siang di restoran The Halia, kawasan Singapore Botanical Garden, Kamis 9 Januari. Pertemuan antara DR Maliki dan Danny ini adalah yang ketiga kalinya. Kali pertama pertemuan di ajang World City Summit 2017, dan kali kedua adalah di ajang Rising Fellowship Programme, Singapura.

Danny yang didampingi istrinya menjawab pertanyaan Menteri Maliki tentang ikhwal dan sejarah Pinisi dari tanah Bugis-Makassar. Menteri Maliki berharap ada kerjasama antara Kota Makassar dan Singapura dalam mengembangkan diplomasi budaya, seperti pengembangan perahu tradisional Pinisi dalam atraksi budaya yang disokong oleh Kota Makassar dan Singapura.

Melalui akun instagramnya “@danny.pomanto” pada Kamis 9 Januari, Danny memposting aksi foto selfi berempat, Dannya dan istrinya, serta Menteri Maliki dan istrinya.

Di lain tempat sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Mr Amrin Amin menyiapkan ruang khusus untuk pertemuan bersama Danny di kantornya, kawasan Irawaddy Rd. Selain hening dan megah, kata Danny, ada kewibawaan yang dia resapi saat berjalan menuju ruang kerja Menteri Amrin, dalam suasana pagi yang sibuk di kantor kementerian. Perbincangan antara Menteri Amrin dan Danny terbilang rileks karena dikemas dalam suasana break-coffee.

“Menteri Amrin adalah menteri muda yang sangat cerdas. Banyak hal kami bicarakan, misalnya tentang kepolisian, polisi pamong praja, narkoba, menjaga perbatasan, dan keimigrasian,” ucap Danny tidak lama setelah berpisah dengan Menteri Amrin.

Danny dan rombongannya memulai lawatan di Singapura pada Senin 6 Desember 2020. Mereka berangkat ke Singapura dari Makassar melalui bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Tiba di Bandara Changi yang berawan pada siang hari, delegasi Danny langsung diantar keililing kawasan baru bandara Changi, yakni The Jewel.

Baca Juga :  Jelang Pilkada 2020, Ratusan Brimob Polda Sulsel Gelar Simulasi Pengamanan

Selama empat hari lawatan di Singapura, Danny dan Indira masing-masing didampingi dua orang staf dan satu orang fotografer. Selain itu, Kementerian Luar Negeri Singapura menempatkan masing-masing satu orang protokoler untuk Danny dan istrinya. Grup Danny dan Indira bergerak secara terpisah.

Indira tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Negara Singapura yang menghormati dan mengabdi kepada warganya. Ia diantar keliling kota oleh protokoler Kementerian Luar Negeri ke berbagai tempat penting dan monumental di Singapura.

Misalnya, di kawasan komunitas Melayu Singapura, Gaylang Serai, Indira dan grupnya diantar keliling menyimak Geylang Serai Heritage Galery. Dokumentasi dan jejak budaya dan tradisi Melayu kontemporer menjadi perhatian Indira.

“Di sini, komunitas adat dan budaya Melayu Geylang Serai tetap eksis di tengah Singapura yang telah menjadi kota modern dan raksasa. Tetap eksis, karena mendapat penghormatan dan pelayanan dari pemerintahnya,” ujar Indira.

Di Our Tampines Hub, Indira menyaksikan bagaimana sasana ini memfasilitasi hampir semua minat dan ketertarikan komunitas-komunitas yang berbeda-beda di Singapura, seperti olah raga, gaya hidup, gelanggang remaja, budaya, musik. Minat-minat itu diekspresikan oleh warga dalam kegiatan-kegiatan yang berbentuk workshop, ekshibisi, studio kuliner, festival, dan masih banyak lagi. Semua atraksi di Our Tampines Hub dinikmati oleh warga Singapura maupun wisatawan.

Di kawasan SG Enable, Indira juga menemukan tanda keseriusan pemerintah Singapura terhadap warganya maupun “permanent residence” yang menyandang diffable/dissability dan berkebutuhan khusus. Warga warga ini mendapatkan perlakuan dan perawatan inklusif dan khusus oleh negara dan pemerintah Singapura pada suatu lingkungan khusus seluas 30 ribu meter persegi. Kawasan ini dibangun oleh tiga pihak secara bersama yang dikenal dengan nama “3P (People, Private, and Public).

Menutup lawatannya selama empat hari di Singapura, Danny menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Singapura atas penghormatan dan pengakuannya atas kontribusi dirinya pada kemajuan Kota Makassar saat ini. Ia juga tidak bisa melupakan kebaikan-kebaikan Anil Kumar Nayar, Dubes Singapura untuk Indonesia di Jakarta, yang telah melayani persiapan Tim Official Danny Pomanto di Indonesia sebelum lawatan dimulai.

Danny mengaku, hasil diskusinya dengan empat menteri dan beberapa pejabat penting Singapura yang difasilitasi SR Nathan Fellowship, bakal memperkaya draft visi dan misinya sebagai calon walikota pada Pilkada Makassar 2020.

Kemarin, Senin 13 Januari, Danny baru tiba dari Jakarta. Ia dan rombongannya tidak langsung pulang ke Makassar dari Singapura, dengan alasan berberapa pertemuan politik di Jakata yang harus ia hadiri.

Makassar, 14 Januari 2020

Editor:

  1. Maqbul Halim
  2. Idris Muhammad

Fotografer

  1. Ari H
  2. Goenawan

Liaison Officer

  1. Ann Has
  2. Fahd Hayudin
Facebook Comments